Tentang Kosher

Pahami dasar-dasar hukum kosher, apa yang membuat makanan menjadi kosher, dan mengapa konsumen global mencari simbol kosher yang terpercaya pada produk yang mereka beli.

Prinsip-prinsip Kashrut (hukum makanan kosher) berakar pada Taurat Tertulis dan Lisan. Pada era pasca-Alkitabiah, para sarjana Rabbinik menguraikan hukum-hukum dasar ini, memberikan detail, penjelasan, dan struktur yang diperlukan. Bersama-sama, hukum-hukum ini menentukan makanan mana yang dapat diterima dan sesuai dengan Kode Yahudi.

Istilah “kosher” merupakan adaptasi dari kata Ibrani yang berarti “layak” atau “pantas.” Istilah ini secara khusus merujuk pada bahan makanan yang memenuhi persyaratan diet ketat Hukum Yahudi.

Penentuan apakah suatu makanan kosher bergantung pada dua variabel utama: sumber bahan dan status peralatan produksi. Sertifikasi kosher berfungsi sebagai jaminan bahwa suatu produk memenuhi standar kosher dengan memverifikasi secara ketat kedua kriteria ini.

Kesalahpahaman umum adalah bahwa “kosher” menyiratkan bahwa seorang Rabbi telah memberkati makanan tersebut. Hal ini tidak benar. Meskipun ritual Yahudi mengharuskan mengucapkan berkat sebelum makan, tidak ada berkat yang dapat secara retroaktif menjadikan makanan kosher jika makanan tersebut belum memenuhi standar yang dibutuhkan.

Siap mempelajari lebih lanjut tentang Kosher?

Jelajahi sumber daya STAR-K atau bicaralah dengan tim kami untuk mengklarifikasi istilah, simbol, dan persyaratan kosher untuk produk dan fasilitas Anda.